Kamis, 18 Oktober 2018

Tugas 1. Evolusi Arsitektur Komputer

Rahmat Kurniawan
17415724
4IB03


Evolusi Arsitektur


 Komputer


Perkembangan Arsitektur Komputer
Arsitektur komputer  dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya. Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masingmasing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll).
Di antara demikian banyak pemahaman tentang arsitektur, arsitektur dikenal juga sebagai suatu tradisi yang berkembang. Dari waktu ke waktu wajah arsitektur selalu mengalami perubahan. Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan dan pengembangan arsitektur tidak hanya berupa keadaan eksternal, tetapi juga keadaan internal. Disini kita membahas mengenai evolusi arsitektur pada komputer. Arsitektur dari komputer sendiri merupakan suatu susunan atau rancangan dari komputer tersebut sehingga membentuk suatu kesatuan yang dinamakan komputer. Komputer sendiri berevolusi dengan cepat mulai dari generasi pertama hingga sekarang. Evolusi sendiri didasarkan pada fungsi atau kegunaanya dalam kehidupan. Evolusi pada komputer sendiri ada karena keinginan atau hal yang dibutuhkan manusia itu sendiri. Sekarang ini komputer sudah dapat melakaukan perintah yang sulit sekalipun tidak seperti dulu yang hanya bisa melakukan yang sederhana saja. Itulah yang dinamakan evolusi arsitektur yaitu perubahan bentuk juga fungsi dan kemampuannya.
KLASIFIKASI ARSITEKTUR KOMPUTER
1. Arsitektur Von Neumann
Arsitektur von Neumann (atau Mesin Von Neumann) adalah arsitektur yang diciptakan oleh John von Neumann (1903-1957). Arsitektur ini digunakan oleh hampir semua komputer saat ini. Arsitektur Von Neumann menggambarkan komputer dengan empat bagian utama: Unit Aritmatika dan Logis (ALU), unit kontrol, memori, dan alat masukan dan hasil (secara kolektif dinamakan I/O). Bagian ini dihubungkan oleh berkas kawat, bus.
 
Pada perkembangan komputer modern, setiap prosesor terdiri dari atas :
Arithmetic and Logic Unit  (ALU)
Arithmatic and Logic Unit atau Unit Aritmetika dan Logika berfungsi untuk melakukan semua perhitungan aritmatika (matematika) dan logika yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU menjalankan operasi penambahan,  pengurangan, dan operasi-operasi sederhana lainnya pada input-inputnya dan memberikan hasilnya pada register output.
Register
Register merupakan alat penyimpanan kecil yang  mempunyai kecepatan akses cukup tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data dan instruksi yang  sedang diproses, sementara data dan instruksi lainnya yang menunggugiliran untukdiproses masihdisimpan yang menunggugiliran untukdiproses masihdisimpan di dalam memori utama. Setiap register dapat menyimpan satu bilangan hingga mencapai jumlah maksimum tertentu tergantung pada ukurannya.
Control Unit
Control Unit atau Unit Kontrol berfungsi untuk mengatur dan mengendalikan semua peralatan yang ada pada sistem komputer. Unit kendali akan mengatur kapan alat input  menerima data dan kapan data diolah serta kapan ditampilkan pada alat output. Unit ini juga mengartikan instruksi-instruksi dari program. Unit ini juga mengartikan instruksi-instruksi dari program komputer, membawa data dari alat input ke memori utama dan mengambil data dari memori utama untuk diolah. Bila ada instruksi untuk perhitungan aritmatika atau  perbandingan logika, maka unit kendali akan mengirim  instruksi tersebut ke ALU. Hasil dari pengolahan data  dibawa oleh unit kendali ke memori utama lagi untuk  disimpan, dan pada saatnya akan disajikan ke alat output.
Bus
Bus adalah sekelompok lintasan sinyal yang digunakan untuk menggerakkan bit-bit informasi dari satu tempat ke tempat lain, dikelompokkan menurut fungsinya Standar bus dari suatu sistem komputer adalah bus alamat (address bus), bus data (data bus) dan bus kontrol (control bus). Komputer menggunakan suatu bus atau saluran bus sebagaimana kendaraan bus yang mengangkut penumpang dari satu tempat ke tempat lain, maka bus komputer mengangkut data. Bus komputer menghubungkan CPU pada RAM dan periferal. Semua komputer menggunakan saluran busnya untuk maksud yang sama.
1. Arsitektur RISC
RICS singkatan dari Reduced Instruction Set Computer. Merupakan bagian dari arsitektur mikroprosessor, berbentuk kecil dan berfungsi untuk negeset istruksi dalam komunikasi diantara arsitektur yang lainnya. Reduced Instruction Set Computing (RISC) atau Komputasi set instruksi yang disederhanakanpertama kali digagas oleh John Cocke, peneliti dari IBM di Yorktown, New York pada tahun 1974 saat ia membuktikan bahwa sekitar 20% instruksi pada sebuah prosesor ternyata menangani sekitar 80% dari keseluruhan kerjanya. Komputer pertama yang menggunakan konsep RISC ini adalah IBM PC/XT pada era 1980-an. Istilah RISC sendiri pertama kali dipopulerkan oleh David Patterson,pengajar pada University of California di Berkely.
 
Dalam HLL procedure call dan return merupakan aspek penting karena merupakan operasi yang membutuhkan banyak waktu dalam program yang dikompalasi sehingga banyak berguna untuk memperhatikan cara implementasi opperasi ini secara efisien. Adapun aspeknya yang penting adalah jumlah parameter dan variabel yang berkaitan dengan prosedur dan kedalaman pensarangan (nesting).
1. Arsitektur CISC
Complex instruction-set computing atau Complex Instruction-Set Computer (CISC) Kumpulan instruksi komputasi kompleks) adalah sebuah arsitektur dari set instruksi dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memory, operasi aritmetika, dan penyimpanan ke dalam memory, semuanya sekaligus hanya di dalam sebuah instruksi. Karakteristik CISC dapat dikatakan bertolak-belakang dengan RISC.
Sebelum proses RISC didesain untuk pertama kalinya, banyak arsitek komputer mencoba menjembatani celah semantik, yaitu bagaimana cara untuk membuat set-set instruksi untuk mempermudah pemrograman level tinggi dengan menyediakan instruksi level tinggiseperti pemanggilan procedure, proses pengulangan dan mode-mode pengalamatan kompleks sehingga struktur data dan akses array dapat dikombinasikan dengan sebuah instruksi. Karakteristik CISC yg sarat informasiini memberikan keuntungan di mana ukuran program-program yang dihasilkan akan menjadi relatif lebih kecil, dan penggunaan memory akan semakin berkurang. Karena CISC inilah biaya pembuatan komputer pada saat itu (tahun 1960) menjadi jauh lebih hemat.
Memang setelah itu banyak desain yang memberikan hasil yang lebih baik dengan biaya yang lebih rendah, dan juga mengakibatkan pemrograman level tinggi menjadi lebih sederhana, tetapi pada kenyataannya tidaklah selalu demikian. Contohnya, arsitektur kompleks yang didesain dengan kurang baik (yang menggunakan kode-kode mikro untuk mengakses fungsi-fungsi hardware), akan berada pada situasi di mana akan lebih mudah untuk meningkatkan performansi dengan tidak menggunakan instruksi yang kompleks (seperti instruksi pemanggilan procedure), tetapi dengan menggunakan urutan instruksi yang sederhana.
Istilah RISC dan CISC saat ini kurang dikenal, setelah melihat perkembangan lebih lanjut dari desain dan implementasi baik CISC dan CISC. Implementasi CISC paralel untuk pertama kalinya, seperti 486 dari Intel, AMD, Cyrix, dan IBM telah mendukung setiap instruksi yang digunakan oleh prosesor-prosesor sebelumnya, meskipun efisiensi tertingginya hanya saat digunakan pada subset x86 yang sederhana (mirip dengan set instruksi RISC, tetapi tanpa batasan penyimpanan/pengambilan data dari RISC). Prosesor-prosesor modern x86 juga telah menyandikan dan membagi lebih banyak lagi instruksi-instruksi kompleks menjadi beberapa operasi-mikrointernal yang lebih kecil sehingga dapat instruksi-instruksi tersebut dapat dilakukan secara paralel, sehingga mencapai performansi tinggi pada subset instruksi yang lebih besar.
Karakteristik CISC
· Sarat informasi memberikan keuntungan di mana ukuran program-program yang dihasilkan akan menjadi relatif lebih kecil, dan penggunaan memory akan semakin berkurang. Karena CISC inilah biaya pembuatan komputer pada saat itu (tahun 1960) menjadi jauh lebih hemat
· Dimaksudkan untuk meminimumkan jumlah perintah yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan. (Jumlah perintah sedikit tetapi rumit) Konsep CISC menjadikan mesin mudah untuk diprogram dalam bahasa rakitan.




1. Arsitektur Harvard
Arsitektur Havard menggunakan memori terpisah untuk program dan data dengan alamat dan bus data yang berdiri sendiri. Karena dua perbedaan aliran data dan alamat, maka tidak  diperlukan multiplexing  alamat dan bus data. Arsitektur ini tidak hanya didukung dengan bus paralel untuk alamat dan data, tetapi juga menyediakanorganisasiinternal yang  berbeda sedemikian rupa instruksi dapat diambil dan dikodekan ketika dan data, tetapi juga menyediakan organisasi internal yang  berbeda sedemikian rupa instruksi dapaLebih lanjut lagi, bus data bisa saja memiliki ukuran yang berbeda  dari bus alamat. Hal ini memungkinkan pengoptimalan bus data dan bus alamat dalam pengeksekusian instruksi yang cepat.t diambil dan dikodekan ketika berbagai data sedang diambil dan dioperasikan. Sebagai contoh, mikrokontroler Intel keluarga MCS-51 menggunakan arsitektur Havard karena ada perbedaan kapasitas memori untuk program dan data, dan bus terpisah (internal) untuk alamat dan data.  Begitu juga dengan keluarga PIC dari Microchip yang menggunakan arsitektur Havard.
1. Arsitektur Blue Gene
Blue Gene adalah sebuah arsitektur komputer yang dirancang untuk menciptakan beberapa superkomputer generasi berikut, yang dirancang untuk mencapai kecepatan operasi petaflop (1 peta = 10 pangkat 15), dan pada 2005 telah mencapai kecepatan lebih dari 100 teraflop (1 tera = 10 pangkat 12). Blue Gene merupakan proyek antara Departemen Energi Amerika Serikat (yang membiayai projek ini), industri (terutama IBM), dan kalangan akademi. Ada lima projek Blue Gene dalam pengembangan saat ini, di antaranya adalah Blue Gene/L, Blue Gene/C, dan Blue Gene/P.
Komputer pertama dalam seri Blue Gene. Blue Gene/L dikembangkan melalui sebuah partnershipdengan Lawrence Livermore National Laboratory menghabiskan biaya AS$100 juta dan direncanakan dapat mencapai kecepatan ratusan TFLOPS, dengan kecepatan puncak teoritis 360 TFLOPS. Ini hampir sepuluh kali lebih cepat dari Earth Simulator, superkomputer tercepat di dunia sebelum Blue Gene. Pada Juni 2004, dua prototipe Blue Gene/L masuk dalam peringkat 500 besar superkomputer berada dalam posisi ke-4 dan ke-8.
Pada 29 September 2004 IBM mengumumkan bahwa sebuah prototipe Blue Gene/L di IBM Rochester (Minnesota) telah menyusul Earth Simulator NEC sebagai komputer tercepat di dunia, dengan kecepatan 36,01 TFLOPS, mengalahkan Earth Simulator yang memiliki kecepatan 35,86 TFLOPS. Mesin ini kemudian mencapai kecepatan 70,72.
Pada 24 Maret 2005, Departemen Energi AS mengumumkan bahwa Blue Gene/L memecahkan rekor komputer tercepat mencapai 135,5 TFLOPS. Hal ini dimungkinkan karena menambah jumlah rak menjadi 32 dengan setiap rak berisi 1.024 node komputasi. Ini masih merupakan setengah dari konfigurasi final yang direncanakan mencapai 65.536 node.
Pada 27 Oktober, 2005, Lawrence Livermore National Laboratory dan IBM mengumumkan bahwa Blue Gene/L sekali lagi telah menciptakan rekor dengan mengalahkan rekornya sendiri setelah mencapai kecepatan 280.6 TFLOPS.


Rabu, 15 November 2017

TUGAS SOFTSKILL. JAWABAN SOAL HUBUNGAN UANG, BUNGA DAN WAKTU

NAMA : RAHMAT KURNIAWAN
NPM     : 17415724
KELAS : 3IB03


SOAL DAN JAWABAN GENAP

2. Seseorang menabung uang ke bank sebesar Rp.830.000 tiap tahun selama 4 tahun kedepan. Pihak        bank akan memberikan imbalan sebesar 6% tiap tahun. Berapakah jumlah uang tersebut pada              akhir tahun ke-4 ?
   
    Jawab :
         F = A (F/A, i%, n)
         F = 830.000 (F/A, 6%, 4)
         F = 830.000 (4,37)
         F = Rp.3.627.000.00

 4. Seseorang ingin membeli sebuah mesin 5 tahun yang akan datang, yang diperkirakan berharga             $8.000,' dia harus menabung mulai sekarang pada sebuah Bank. Berapakah besar tabunganya tiap       tahun apabila bunga tabungan 10% per-annum ?

     Jawab :
         P = F (P/F. i%, n)
         P = 8000 (P/F, 10%, 5)
         P = 8000 (0,62)
         P = $4.960

Selasa, 07 November 2017

TULISAN MENGENAI CASH FLOW. TUGAS 2


Aliran Uang (Cash Flow) Dan Penyusunannya


Pengertian Aliran Uang Atau Cash Flow
      Aliran Uang (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.
    Menurut PSAK No.2 (2002 :5) Aliran Uang adalah arus masuk dan arus keluar uang atau setara uang. Laporan aliran uang merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya. Laporan aliran uang merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).
Laporan arus kas (cash flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :
1. Cash inflow
Cash inflow adalah aliran uang yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan uang (penerimaan uang). Aliran uang masuk (cash inflow) terdiri dari:
•    Hasil penjualan produk/jasa perusahaan.
•    Penagihan piutang dari penjualan kredit.
•    Penjualan aktiva tetap yang ada.
•    Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas.
•    Pinjaman/hutang dari pihak lain.
•    Penerimaan sewa dan pendapatan lain.

2. Cash out flow
Cash out flow adalah aliran uang yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran uang. Aliran uang keluar (cash out flow) terdiri dari :
•    Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain.
•    Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan.
•    Pembelian aktiva tetap.
•    Pembayaran hutang-hutang perusahaan.
•    Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.
•    Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.
    Laporan aliran uang ini memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
   Menurut PSAK No.2 (2002:9) Laporan aliran uang harus melaporkan arus kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
CONTOH CASH FLOW SUATU PERUSAHAAN:
PT ABC Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK 1PERIODE YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2018




ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaankas dari pelanggan
582.000
Penerimaan bunga
234.000
Penerimaan kas dari restitusi pajak
145.873
Pembayaran kepada pemasok
(1.987.953)
Pembayaran kepada komisaris, direksi dan karyawan
(1.983.038)
Pembayaran pajak
(1.500.873)
Pembayaran bunga
(4.317,425)
Kenaikan kas yang dibatasi penggunaannya
(26,118)
Pembayaran lain-lain, bersih
(43,458)
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
157,236


ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penghasilan dividen
9,034,671
Perolehan aset tetap
(2,442,914)
Perolehan investasi pada entitas asosiasi
(2,500,000)
Pengeluaran aset eksplorasi dan evaluasi
(24.125)
Pinjaman keperusahaan asosiasi
(33,732)
Pengeluaran properti pertambangan
(112,028)
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi
(2,647,226)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penerimaan pinjaman bank
4,617,337
Pembayaran dividen
(5.448,967)
Pembayaran pinjaman bank
(3,281,114)
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan
887,255,635


PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS
(1,602,734)
PENGARUH SELISIH KURS KAS DAN SETARA KAS
9.526,897
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL BULAN
3,868,574
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR BULAN
2,792,737









Rabu, 27 September 2017

JURNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN EKONOMI TEHNIK


TEKNIK PEMANFAATAN ANALISIS SWOTTANPA SKALA INDUSTRI (A-SWOT-TSI)

Iskandar Putong
Fakultas Ekonomi Universitas Bina Nusantara.

ABSTRAK
Analisis SWOT telah lama dikenal di kalangan para ahli manajemenstrategik yang banyak dimanfaatkan untuk menganalisis kondisi persaingan usaha. Sedemikian pentingnya hingga hampir tidak ada studi kelayakan usahayang dapat diterima dengan baik sebelum menyertakan analisis SWOT. Salahsatu kelemahan mendasar dari analisis SWOT yang digunakan selama iniadalah ketergantungannya pada usaha sejenis yang digunakan sebagai pembanding atau menggunakan skala industri yang berasal dari sumberresmi. Manakala keperluan mendesak sementara data pesaing belum terkumpul dan terpetakan maka analisis SWOT tidak bisa diadakan.Dalam artikel ini, dicoba suatu kemungkinan bagaimana memanfaatkananalisis SWOT tanpa pembanding atau skala industri dengan tetap tidak menghilangkan substansi kegunaannya akan tetapi ditambah fleksibilitasnya sehingga akan melengkapi penggunaan dan memperbesar manfaatnya.
Kata kunci
: A-SWOT-TSI, Matrik Sintesa, IFAS,EFAS

PENDAHULUAN
Analisis SWOT adalah identifikasiberbagai faktor secara sistematis untukmerumuskan strategi perusahaan. Ber-bagai situasi yang dihadapi oleh peru-sahaan baik internal maupun eksternal harus dapat dijadikan masukan bagiperusahaan guna menentukan rencanastrategis dalam menyusun sistem pema-saran yang relatif berdaya guna dan tepatguna. Model yang hingga saat ini banyakdigunakan untuk menganalisis situasibagi perencanaan strategis perusahaanadalah analisis SWOT.Pada dasarnya analisis SWOT ha-ruslah membandingkan kondisi samayang dihadapi oleh pesaingnya berdasar-kan kriteria subjektif ataupun objektif(skala industri), sebab dengan memban-dingkan maka perusahaan yang berke-pentingan dapat menentukan rencanastrategis untuk menghadapi persaingantersebut. Akan tetapi bila perusahaanyang dimaksud hingga pada saat dila-kukan kajian situasi ternyata tidak memi-liki data tentang pesaing atau pesaingnyabelum terpetakan baik dalam skala indus-tri (kumpulan perusahaan yang mengha-silkan barang yang sama) maupun darihasil inteligen perusahaan, sedangkanperusahaan mendesak sekali untuk mem-persiapkan rencana usaha strategis ter-utama dari segi pemasaran dan mana- jemen organisasi, maka dengan meng-gunakan analisis SWOT yang dimodi-fikasi sedemikian hingga menjadikan iadapat digunakan oleh perusahaan tanpaharus mengetahui skala industri atau datainteligen mengenai pesaingnya. Untuk halitu terdapat beberapa penyesuaian dalampembentukan model analisisnya yaitu :1. Pembobotan tetap menggunakan skala 1 (sangat penting ) hingga 0 (ti-dak penting), akan tetapi penentuan

nilai skala untuk masing-masingsituasi total berjumlah 1 dengan cara:a. Urutkan faktor situasi berdasar-kan skala prioritas (SP) (tertingginilainya 16 dari 4x4, urutan 2nilainya 3 x 4 = 12 dan terendahnilai 4 dari 1 x 4) lalu dkalikandengan konstanta (K) nilaitertinggi yaitu 4b. Masing-masing nilai situasi ter-sebut di bagi dengan total nilaiSP x K2. Peringkat tetap menggunakan skala1(rendah) - 4 (tinggi) untuk kekuatandan peluang, sedangkan skala4(rendah) - 1(tinggi) untuk kelemah-an dan ancaman, namun karenatidak ada pembanding, maka nilaiskala ditentukan berdasarkan priori-tas dari masing-masing situasi (mi-salnya skala 4 untuk peluang yangpaling utama)3. Nilai tertinggi untuk
Bobot
x
Pering- kat
adalah 1-2 (Kuat) dan terendahadalah 0-1 (lemah).Berdasarkan nilai peringkat dan pembo-botan yang kemudian dikalikan akandiperoleh hasil kombinasi antara bebe-rapa situasi sebagai berikut :1. (Kekuatan, Kesempatan atau S,O)artinya perusahaan menentukanstrategi berdasarkan kombinasi ke-kuatan dan kesempatan yang bisamemanfaatkan kekuatan untukmenggunakan peluang sebaik-baiknya2. (Kelemahan, Kesempatan atau W,O)artinya perusahaan harus membuatstrategi bagaimana meminimalkankelemahan yang selalu muncul da-lam perusahaan dengan memanfaat-kan peluang yang menguntungkan.3. (Kekuatan, Ancaman atau S,T)artinya perusahaan bisa memanfaat-kan kekuatan baik dalam hal mana- jemen, sistem pemasaran maupunkemampuan finansial untuk meng-atasi ancaman4. (Kelemahan, Ancaman atau W,T)artinya perusahaan harus memi-nimalkan kelemahan dan meng-hindari ancaman

PEMBAHASAN
PT Sakti Adyaksa adalah perusa-haan yang bergerak dibidang pemasaran produk “Unggul” yang dapat digunakanoleh perusahaan maupun individu. Berdasarkan kondisi usaha yang ada dewasa ini perusahaan ingin menentukan strategi ke depan tentang apa yang harus diperhatikan dan diwaspadai untuk meng-hadapi persaingan terutama dalam hal pemasaran. Untuk itu perlu dilakukan  pengumpulan dan analisis data denganmenggunakan analisis SWOT di mana datanya bisa dikumpulkan berdasarkan kesimpulan yang diambil dari jawaban kuesioner, wawancara (informasi lang-sung dari perwakilan manajemen perusa-haan), dan hasil pengamatan yang lang-sung dibuatkan sintesanya dari perusa-haan yang bergerak dibidang usaha pemasaran produk “Unggul”


 

 
Berdasarkan tabel sintesa di atas maka dapat dibuat tabel faktor-faktor strategik yanghasilnya ditunjukkan Tabel 3.

 

 
Berdasarkan tabel IFAS dan EFAS di atas maka dapat dibuat Matriks SWOT yang terdiri atas 4 kuadran (9 sel) seperti yang ditunjukkan Gambar 1

 


 


Berdasarkan matriks SWOT di atas makaanalisa strategik untuk No.1 bagi semuasituasi (SO, WO, ST dan WT) adalahsebagai berikut :
1. Manajemen dan strategi pemasarandi PT Sakti Adyaksa sangat kuat dan mendukung untuk mengembangkan pasar dan segmen pasar akan tetapi mengingat peluang yang ada berdasarkan kondisi eksternal yaituuntuk masuk ke pasar internasional tidak terlalu kuat meski peluangnya besar. Informasi ini mengindikasikan bahwa pihak perusahaan haruslahlebih intensif meyakinkan para calon pembeli dan pelanggan luar negeriakan kualitas barang dan layanan yang baik dan terjamin dengan carakerja sama dengan perusahaan sejenis dan atau memanfaatkan saluran distribusi yang sudah mapan baik yang berasal dari dalam negerimaupun dari luar negeri
2. Harga produk yang relatif mahal  menjadikan produk ini relatif lebih sulit untuk masuk ke pasaran luar negeri karena kondisi eksternalnyapun lemah. Agar pelauang yang adadapat dimanfaatkan dengan baik  maka pihak perusahaan haruslah mulai memikirkan konsep produksi. Konsep memproduksi banyak dan mudah mendapatkannya agar hargabisa menjadi relatif murah mungkinbisa sebagai alternatif. Alternatif laintetap mempertahankan harga de-ngan peningkatan kualitas haruslahmenjadi prioritas utama dengan cara membandingkan mutu produknya dengan mutu produk perusahaan lain(bisa dengan cara melihat penghar-gaan internasional terhadap perusa-haan dan produk tersebut, contohnyaISO 9000)
3. Dengan kuatnya manajemen danbaiknya strategi pemasaran yang dimiliki perusahaan menjadikan an-caman produk yang sama dan seje-nis dari perusahaan lain tidaklah ter-lalu merisaukan. Kekuatan pemasar-an akan relatif lebih mudah memini-malisir ancaman tersebut, apalagiancaman yang ada kurang begituberbahaya (lemah), sehingga pe-ngembangan produk akan efisiendan efektif seiring dengan pengem-bangan sistem pemasarannya4. Harga produk yang relatif mahal bukanlah merupakan ancaman da-lam memasarkan produk sistem ke-amanannya, karena ancaman dariluar juga tidaklah terlalu kuat. Disam-ping itu pelanggan jelas tidak akanmengambil resiko untuk menggantiproduknya yang berasal dari perusa-haan lain bila telah mengetahui bah-wa produk yang dikeluarkan perusa-haan telah terbukti keunggulannya apalagi dengan dukungan sistempemasaran yang baik.Analisis strategik untuk masing-ma-sing kondisi (No. 1, 2 dan 3) yang tercan-tum dalam tabel IFAS dan EFAS (matrikSWOT) berdasarkan masing-masing nilaisituasi SO, WO, ST dan WT dapat dila-kukan dengan cara yang sama.Secara umum bila memperhatikan rata-rata dari setiap strategi antar situasiyang terdapat dalam matrik SWOT di atas menunjukkan bahwa kekuatan dan ke-sempatan dalam perusahaan (strategiSO) yang bisa diraih masih lemah.Umumnya produk yang dipasarkan diIndonesia penggunaannya belum menjadikebutuhan, sementara untuk masuk kepasar global perusahaan belum memiliki perusahaan distribusi (penyalur ) yang andal selain harus bekerjasama dengandistributor luar negeri tentunya. Untuk itustrategi pemasaran yang baik bagi peru-sahaan dalam usahanya menembus pa-sar global adalah memperluas jaringan distribusi.Analisa strategi WO, menunjukkan bahwa O>W. Hal ini bisa menjadi salahsatu alasan bagi pengembangan sistempemasaran karena meskipun kesempatan untuk masuk pasar global “agak berat”akan tetapi mengingat kelemahan relatifkecil maka bisa mengurangi waktu kerjaperusahaan guna membenahi faktor inter-nal dan berkonsentrasi untuk membenahi faktor eksternalnya. Untuk strategi ST, tampak bahwarata-rata S >T. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekuatan yang ada dapat diguna-kan untuk mengurangi ancaman misalnya dengan cara memperbesar segmen pasardan pangsa pasar di dalam negeri (mem-perkuat basis pemasaran) dan mencariwaktu yang tepat untuk menjadikan an-caman menjadi peluangUntuk Strategi WT, rata-rata T>W.Kondisi ini harus diperhatikan denganseksama karena ancaman yang besardiringi oleh kelemahan yang terdapat dalam perusahaan akan menciptakan pengikisan peluang sedikit-demi sedikitdan bahkan peluang bisa menjadi an-caman.

source:https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/34440913/PUTONG_65-71.pdf?AWSAccessKeyId=AKIAIWOWYYGZ2Y53UL3A&Expires=1506442888&Signature=9mHwVKKbo64djtGebQGN1Dmn3FQ%3D&response-content-disposition=inline%3B%20filename%3DTEKNIK_PEMANFAATAN_ANALISIS_SWOT_TANPA_S.pdf


KERITIK : Kata-kata yang digunakan pada jurnal ini sulit untuk dipahami untuk pembaca seperti saya. 

SARAN : Jurnal ini menurut saya sudah bagus, tapi kalo saya boleh memberikan saran untuk jurnal ini,                   lebih baik ntuk memberikan daya tarik (konten menarik) untuk si pembaca. dan dengan cara                    penulisan yang lebih mudah untuk di pahami arti dari tulisan jurnal ini.